Sabtu, 04 Mei 2013

Perempuan di Sudut Kota

Sejumput rindu hadir

Melihat sungging senyumnya tergulir

Ia, seorang perempuan sahaja

Merdeka bersama peluh dan cita-cita

*

Tak mudah menjalani hidup

Semenjak pergi lenteranya, meredup

Separuh cinta yang dulu tertahan

Terpaksa pergi dibawa masa depan

*

Suram….

Kusam….

Pada awalnya begitulah hidup di bawah temaram

Berkalang jelaga menghitam

Namun, tak lalu ia berhenti bertahan

Tak hendak jua berkoar menyalahkan Tuhan

Meski hidup di antara hiruk pikuk kendaraan

Meski sesekali sepi hinggap di haribaan

*

Ia, seorang perempuan setengah tua

Setitik bukti bahwa kadang hidup begitu kerasnya

Tetapi bukan untuk dicari di mana salahnya

*

Segurat senyumnya seolah berkata

“Inilah aku dengan segala upaya…”

Ia, seorang perempuan setengah tua

Menjalani lakon hidup di sudut keramaian kota

*

kaki Merapi, 30 April 2013, di pagi yang dingin

**

Puisi Karya @phijatuasri -  http://lariksyair.blogdetik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar