Jumat, 10 Mei 2013

Pesan untuk Penguntit (Menghapus Jejakmu)

Dear, Penguntitku
Mengenalmu kala itu
Sebelum kau menguntitku
Adalah sebuah pintu kegembiraan untukku
Berbagi kisah konyol juga lucu
Selama kita sama bertualang, menaklukkan waktu
*
Selalu ada kagum untukmu
Mendengar segala cerita indahnya Indonesiaku
Lewat bingkai-bingkai indah foto perjalananmu
*
Tlah banyak kaucapai puncak gunung
Tlah ribuan kilometer jalan kauarung
Aku? Satu di antara sekian banyak pendukung
*
Tak ada hak menjadi penghalang
Kar’na aku pun suka bertualang
Jadilah kita sama merdeka
Bebas berkisah, semua apa adanya
*
Berlalunya waktu
Sudah cukup membuatku mencintaimu
Tapi, aku tak ingin lebih dulu
Ingin kau saja yang mengatakan itu
*
Berhasil, kau datang padaku
Dengan sebuah impian, menggebu
Menikah, kata itu terngiang jelas di rongga telingaku
Terkesiap mendengarmu berkata begitu
Baiklah, kalau jodoh pasti bertemu
*
Sejak itu kita sama berusaha
Memulai sebuah cinta
Bertahan meski apapun mendera
Hampir dua warsa lamanya
*
Hingga sesuatu terjadi….
*
Kaubilang tak mungkin lagi
Memperturutkan kata hati
Katamu, “Sudah waktunya aku pergi”
Tercenung aku; berat, tetapi mengamini
Meluluskan permohonanmu, Kekasih hati
*
Maka tak ada lagi yang harus kusalahkan atau kusesali
Kecuali…,
Saat mengetahuimu menjadi penguntit sejati
*
Sudahlah, buat apa?
Membuntutiku tak ada guna
Hanya menyisipkan sedih di hati
Hanya menyusupkan nelangsa sendiri
*
Jangan pula katakan menyesali
Keputusan bulat yang menjadi janji
*
Apa guna?
Sudah, lupakan saja
Pergi, hapus jejak segala kenangan
Biar berlalu bersama butir-butir hujan
*
Karang, 4 Mei 2013, bakdal Magrib


Puisi Karya @phijatuasri - http://lariksyair.blogdetik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar