Minggu, 25 November 2012

Hujan Rintik-Rintik

Sore, lamat-lamat
meninggalkan warna merah
pada tanah, bebatuan
atau rumput-rumput basah

Setelah jendela kamarku
tak lagi terbuka
dan di luar sana
hujan masih menyisipkan
kesedihan, rintik-rintik…

(kulihat sepasang sepi
berkejaran dalam dingin)

Seperti ada yang ingin
kau lerai dari tubuhku
dengan suara yang
tak mampu di peluk telinga

Meski kukenali udara yang
membawa aroma wajahmu
bersama sisa-sisa kecemasan

Tapi barangkali, cintaku
sungguh hanyalah partitur
yang menjelma detak
jarum-jam-dinding
yang likat menempuh
punggung waktu.

Puisi Karya @_nears - http://retakkayu.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar