Kamis, 20 Desember 2012

3 Soneta Tentang Iman, Cinta dan Pengorbanan

Sonet 1: Arius

Suatu petang di Nicaea akan tetap kita kenang
bahwa keinginan manusia telah merubah dunia.
Dan pemahaman iman bisa saja hilang
tergerus akal dan peradaban manusia.

Burung-burung berpulang, menembus senja
dengan riang. Di sisi bukit, segagang petunia biru
baru saja mekar. Sejenak melupakan peperangan kata
mendinginkannya seperti nyala putih salju.

Tapi keputusan telah ditetapkan.
Dan harapan telah digantungkan setinggi bubungan Yeremia.
Seorang Presbiter menyeka keringat yang melelahkan:
“Tuhan, di manakah Engkau? Aku membutuhkan mata.”

Iman itu, Arius, barangkali intrusi.
Yang dirembeskan Tuhan ke dalam geletar nadi.


Sonet 2: Narcissus

Di taman itu, Ekho telah mengamatimu dalam-dalam.
Namun engkau memilih diam, sebab apa yang dibutuhkan
dari seorang wanita, jika mereka telah menyerahkan malam
kepada senyummu dan hangat pelukan?

Barangkali ketampanan adalah kutukan
yang menyebabkan seseorang menjadi lupa
bahwa ia adalah manusia ciptaan
yang kapan saja bisa menjadi tiada.

Seorang wanita tadi, adalah putri Nemesis
ia memohon agar cinta harus menjadi hukuman
bagi Pemuda di taman yang berwajah manis
namun menolak cintanya tanpa alasan.

“Bercerminlah, Narcissus, di dalamnya
akan kau temukan cinta sejati selamanya.”

Sonet 3: Ikarus

Dunia ini adalah sebatas yang ada dalam pikiran
dan masa depan hanyalah sebuah tebakan takdir.
Angkasa itu, Daedalus, adalah sebuah jalan
bagimu keluar dari orang-orang pandir.

Di sebuah labirin yang dijaga Minotaurus,
seorang ksatria terkurung, menunggu harapan:
seorang pejuang Athena jenius
dan mempunyai tekad setinggi gemintang.

Kau mulai menyiapkan sayap. Katamu, langit
adalah petualangan bagi manusia berpengetahuan.
Anakmu mengangguk, di matanya terbayang perjalanan sengit
dan jalan untuk keluar dari dunia yang membosankan.

Sejengkal lagi, Ikarus, sayapmu menyentuh Matahari.
Barangkali kau memilih kebadian dengan jalan mati.

Kalibata, 2012

Puisi Karya @kolasecerita - http://ampaiankata.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar